lil bit serious nie ya hari nie....
lagi mikirin kenapa banyak banged pegawai PNS alias pegawai negeri sipil non-guru pada jeles dgn tunjangan sertifikasi Guru.....
simple hanya masalah duid. guru sekarang gajinya gede 2x gaji!!! padahal kerjanya cuma setengah hari... mereka kerjanya enak, liburnya lebih panjang dari pada PN yg laen...
hahahaha
take a deep think yuk,,,,
first of all, dalam 1 hari kerja rata-rata PNS golongan III non-guru dibayar 10.000,-/jamnya oleh pemerintah.... berarti kalo 1 hari kerjanya 8 jam tiap hari dapet sekitar Rp 80.000 n sebulan dgn 25 hari kerja dapetnya kira2 pendapatan kotornya sekitar Rp 2.000.000,-
ini masih diluar jam lembur and menghadiri rapat. belum lagi uang saku buat mereka yang dapat tugas dinas luar,,,, biasanya untuk menghadiri rapat para PNS ini dapat uang "insentif" rata-rata Rp 75.0000/ rapat... yah ambil kasarannya 2x sebulan lah... berarti udah dapet tambahan 150rb niey tiap bulan :))
well itu siy masih kalah jauh sama guru yang udah dapet Tunjangan Profesi yang tiap bulan bisa dapet rata2 Rp 4.000.000,-
another deep think yukz.....
untuk guru PNS golongan III yang belum mendapat tunjangan profesi nie sama pemerintah dibayar rata-rata Rp 8.928/jam sedangkan jam kerja mereka tiap minggu sekitar 40 jam
dengan hanya 1 hari libur....
nah berarti mereka dapet pengahasilan kotor sekitar Rp 1.428,480,-
ups, lebih dikit ternyata,,,,
nah kalo di departement ato kantor dinas lain ada insentif tambahan tidak demikian dengan guru....
guru tidak pernah dapat uang lembur untuk koreksi pekerjaan siswa, untuk menuliskan rapor siswa, mengolah nilai siswa, mempersiapkan bahan ajar di kelas, membuat alat peraga yang menarik untuk siswa,,,,
padahal itu semua dilakukan sesudah jam dinas, bahkan kadang2 dibawa pulang oleh guru yg bersangkutan,,,,
jadi ya gajinya apa adanya segitu,,,,
sekarang Qta hitung penghasilan guru yang telah mendapat Tunjangan Profesi.
kalau qta amil kasarannya, guru PNS golongan III dengan gaji pokok sekitar Rp 1.700.000 akan mendapat 2x gaji... jadi sekitar Rp 3.400.000/ bulan
hmm untuk golongan III/a yaaaa lumayan,,,, tapi cobalah kita tilik pengorbanan guru tersebut untuk mendapatkan si Tunjangan Profesi tadi.....
qta bongkar yuk persiapan guru...
- pertama-tama guru yang dipanggil untuk mengikuti uji kelayakan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Dinas Pendidikan masing-masing daerah. Nah, nungguin panggilan itu bertahun2 lamanya,,,, tergantung masa kerja n jumlah guru di tiap daerah
- setelah dapet panggilan, mereka akan sibuk sama administrasi sekolah,,, wah tetek bengek yang para pegawai lain gak bisa bayangin,,,, bisa bikin stress
- setelah lulus uji portofolio, para guru itu pun masih harus di supervisi lagi.... di uji tulis lagi, diuji lisan, n praktek mengajar...
- nah, kalo lulus ya tunjangan bisa diterusin, kalo gak ya dicabut,,,
lihat penghasilan guru rata-rata tiap bulannya...
betapa murahnya tenaga meraka yang udah mengajar anak didiknya sampe bisa berhasil seperti Qta2 ini....
saya merasa Guru sudah bukan lagi Pahlawan tanpa Tanda Jasa, tapi mereka butuh Tanda Jasa tersebut....
betapa murahnya tenaga guru di Indonesia, dengan tanggung jawab yang sedemikian besar,,,
Padahal anggaran pendidikan sebegitu besarnya,,,
mereka terkadang tidak memikirkan tentang pengorbanan guru,,,,
coba seandainya si guru tidak mau mengurusi prilaku siswa yang gak karuan, yang ketinggalan pelajaran, yang belum bisa berhitung dengan benar,,,,
apa jadiny negeri ini???
menurut saia siy, memang ada beberapa penyelewengan administrasi mungkin oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab utuk memperoleh tunjangan trsebut,,,,
saia disini bukan membela si Guru atw nyerang yang lain,,,,
cuma tolonglah sebelum merasa iri dengan para pendidik tersebut diingat2 lagi jasa mereka buat Qta,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar